IDAI Minta Imunisasi Rutin Ditunda Selama PPKM Darurat

featured image

Suara.com – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau agar pelaksanaan imunisasi rutin di wilayah Jawa-Bali yang menerapkan PPKM Darurat ditunda selama tiga minggu. Rekomendasi tersebut tentunya untuk mematuhi aturan PPKM tersebut yang bertujuan untuk menghindari penularan Covid-19. 

Meski sebenarnya pelayanan kesehatan anak termasuk dalam cakupan sektor kritikal yang diizinkan tetap berlangsung asalkan dengan protokol kesehatan. 

Namun IDAI tetap merekomendasikan agar imunisasi rutin ditunda selama masa PPKM Darurat dengan mempertimbangkan laju penambahan kasus Covid-19 di Indonesia, peningkatan jumlah kasus pada anak, kesehatan dan keselamatan tenaga kesehatan, juga tujuan untuk memutus rantai penularan virus corona.

Petugas kesehatan puskesmas melakukan penyuntikan imunisasi Dipteri Tetanus (DTTD) secara
Petugas kesehatan puskesmas melakukan penyuntikan imunisasi Dipteri Tetanus (DTTD) secara “Drive Thru”, di Puskesmas Pondok Betung, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (14/11/2020). [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal]

“Maka diperlukan perhatian dan partisipasi seluruh masyarakat agar pelayanan kesehatan anak dapat tetap berlangsung secara optimal,” demikian keterangan resmi IDAI dikutip dari situs resminya, Rabu (7/7/2021).

Keterangan yang ditandatangani langsung oleh Ketua IDAI Dr. Aman B. Pulungan, Sp.A(K), itu menyampaikan empat poin terkait rekomendasi imunisasi rutin juga pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 12-17 tahun. Berikut pernyataan IDAI:

  1. Imunisasi rutin di daerah PPKM Darurat sebaiknya ditunda selama 3 minggu, dimulai sejak tanggal 3 Juli 2021. Imunisasi pada bayi baru lahir yaitu Hepatitis B dan polio dosis pertama tetap diberikan.
  2. Selama pelayanan imunisasi di daerah PPKM Darurat ditunda, sebaiknya orangtua memeriksa kelengkapan status imunisasi anak di Buku KIA (buku kesehatan ibu dan anak) dan mencatat imunisasi yang tidak dapat diberikan selama masa PPKM Darurat. Kemudian segera dilengkapi setelah kondisi memungkinkan.
  3. Pelayanan vaksinasi Covid-19 untuk usia 12-17 tahun harus tetap berlangsung sesuai aturan. 
  4. Pelaksanaan pelayanan imunisasi di daerah yang tidak termasuk PPKM Darurat sebaiknya tetap berlangsung dengan protokol kesehatan ketat. 

Diakhir pernyataannya, IDAI menganjurkan agar anak tidak keluar rumah kecuali untuk kepentingan mendesak seperti masalah kesehatan serius. 

“Selama masa PPKM Darurat maupun setelahnya, patuhi protokol kesehatan dengan ketat. Semoga kita semua selamat melewati pandemi ini,” kata IDAI.



Selengkapnya suara.com

https://reverasite.com/idai-minta-imunisasi-rutin-ditunda-selama-ppkm-darurat/
LihatTutupKomentar